Kenapa Software Bajakan banyak Bugs???
Tidak cukup sekali, berulang kali kami menerima laporan dari para pemakai software bajakan yang mempersoalkan kenapa software yang mereka pakai banyak sekali kendala alias bugs. Sebenarnya kami tidak ingin membahas hal ini, namun memang ada baiknya saya sedikit bercerita apa dan bagaimana software bajakan tersebut dan hasil yang diperoleh dengan menggunakan software bajakan tersebut.
Membajak sebuah software memang bisa dilakukan dengan berbegai cara dan menggunakan teknik yang berbeda juga. Pembajakan dapat dilakukan oleh orang yang sebenarnya mengerti benar tentang system bahasa komputer, or umum dikenal dalam orang awam akan kesulitan untuk melakukan proses pembajakan ini walaupun tidak menutup kemungkinan orang awam sekalipun akhirnya bisa melakukan proses pembajakan tersebut. Selama ini yang dalam cara pembajakan adalah sebagai berikut:
1. Clonning (duplikasi harddisk)
Cloning merupakan proses pembajakan yang relatif paling mudah tingkat kesulitannya dengan teknik yang lain. Cara ini adalah mencopy sama persis sebuah harddisk yang berisi sebuah program ke harddisk yang lain, dan hasil clonning ini mempunyai hasil yang sama dengan aslinya. Cloning dapat dilakukan dengan software bajakan, yang biasa dipakai adalah seperti Norton Ghost, dll. Software jika keamanannya yang tidak memperhatikan teknik ini, akan mudah sekali di clonning dan disebarkan kepada pengguna yang lain, oleh sebab itu ada beberapa software yang mengambil kuncian di luar harddisk, sehingga jika di cloning sekalipun, software akan mencari identitas hardware selain harddisk dan akhirnya software cloning tidak akan jalan. Sekali program bisa di copy, maka bug yang timbul bisa sampa zero atau hasil copy-an sama dengan software aslinya.
2. Kelemawan Software
Teknik ini juga bukan teknik yang sulit untuk dilakukan, cara pembajakan ini memanfaatkan kelemahan dalam logika pemrograman yang dilakukan oleh si pembuat program tersebut. Cara ini lebih sulit, karena harus bener-bener menguasai software yang akan dibajak untuk mengetahui kelemahan atau mencari kesalahan sekecil apapun yang dilakukan oleh si programmer dalam software tersebut yang akhirnya akan dimanfaatkan oleh orang itu untuk pengcopian. Terkadang si pembajak sengaja membuat program crash atau memberikan stimulasi-stimulasi supaya program menjadi gagal dalam menjalankan fungsi atau dipaksa untuk menjalankan fungsi bohongan, sehinggan fungsi bohongan tersebutlah yang digunakan untuk menjalankan program copy-an tersebut. Teknik ini tidak merusak software yang cukup besar sehingga bug yang timbul akibat pembajakan bisa di tekan.
3. Cracking
Cracking atau teknik menjebol merupakan teknik tersulit dan hanya bisa dilakukan oleh seseorang yang sudah mengerti akan bahasa mesin. Program atau software yang telah jadi dan digunakan telah terlebih dahulu di konversi menjadi bahasa mesin, sehingga hanya mesin saja yang dapat mengerti arti program tersebut. Namun dalam tahap pengembangannya, sebelum dirubah menjadi bahasa mesin atau disebut dengan istilah kompilasi, program tersebut dibuat dengan bahasa pemrograman yang dapat dipahami oleh kita. Di sinilah proses coding dilakukan, begitu selesai dan siap digunakan, program dibungkus dengan teknik kompilasi. Bagi kita, hasil kompilasi sama sekali tidak dapat kita baca, namun mesin mengerti maksud dari tujuan program tersebut. Nah, para pembajak yang ahli dalam bahasa mesin, assembly, akan berusaha melacak alur-alur program tersebut dan mencari bagian mana yang berisi fungsi security atau autorifikasi yang sengaja ditanam dalam program tersebut untuk menjaga bahwa software tersebut benar-benar asli. Pembajak melacak fungsi autorifikasi dan langsung membelokkan atau mem-bypass sehingga pembacaan aurifikasi tidak dapat dijalankan. Teknik ini sungguh sulit, dan hanya sebagian kecil saja yang berhasil, karena pada umumnya proses autorifikasi bisa saja lebih dari satu, dan jika ternyata tidak semua fungsi berhasil di bypass, ada kemungkinan program yang semula berhasil dijalankan akan berhenti beroperasi di tengah jalan atau stack, hang. Bug yang ditimbulkan proses ini akan sangat banyak, mengingat jalur yang di bypass bisa tidak semuanya kena. Bahkan terkadang jalur yang bypass merupakan prosedur atau fungsi program utama.
4. Decompile
Teknik ini lebih mudah dari teknik cracking. Teknik ini memerlukan bantuan software aplikasi yang lain, oleh sebab itu, seseorang tidak harus ahli dalam bahasa mesin, namun cukup menguasai software decompile tersebut atau mengerti dasar pemrograman saja. Cara yang satu ini adalah dengan membalik dari bahasa mesin menjadi bahasa pemrograman yang dapat dimengerti oleh manusia. Dan hasil decompile ini kemudian oleh pembajak ditelusuri satu persatu untuk mencari fungsi autorifikasi keaslian softwarenya. Pencarian akan lebih mudah dibandingkan dengan cracking, namun justru pada teknik ini akan lebih beresiko. Hasil decompile tidak 100% sama, sehingga nantinya hasil kompilasi ulang akan manghasilkan program yang penuh bugs.
Itu semua tadi adalah sebagian cara dari pembajakan software, dan dimaksudkan Anda mengerti bahwa kenapa di software bajakan akan sering muncul bugs, lain dengan software asli, yang boleh dikatakan bener-bener berfungsi sesuai dengan tujuan yang sebenarnya. Jika Anda yakin akan usaha Anda, maka pakailah software asli, sehingga dari awal Anda sudah terbantu dengan adanya fungsi yang bekerja optimal dari software asli tersebut. Software bukanlah sesuatu yang dapat dinilai begitu saja, karena software juga merupakan suatu aset investasi. Bahkan software yang bernilai jual tinggi, biasanya dapat dijual kembali ke pemakai yang lain, sehingga tetap akan bernilai.
Penulis,
Aan Badboy
12 Mei 2008